NEWS UPDATE

Polisi Setrum Mahasiswa, Kapolres Serang Kota Disebut Tak Paham Sosiokultural

";
Polisi Setrum Mahasiswa, Kapolres Serang Kota Disebut Tak Paham Sosiokultural
Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin (Dok poros.id)

POROS.ID, SERANG - Kasat Sabhara Polres Serang Kota, AKP Olan Banuaran enggan memberikan penjelasan soal proses hukum yang tengah dijalani oleh salah seorang anggotanya yang melakukan penyetruman terhadap Faqih Helmi, mahasiswa UIN Banten, saat menggelar aksi unjuk rasa mengkritisi 11 bulan kepemimpinan WH-Andika di KP3B, Curug, Kota Serang, beberapa hari lalu.

Saat wartawan menanyakan sudah sejauh mana proses yang telah dilakukan oleh Propam Polres Serang terhadap anggotanya yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas itu, AKP Olan enggan menanggapinya. 

Namun demikian, ia mengatakan bahwa yang berwenang memberikan sanksi kepada anggotanya itu adalah Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin. "Masalah dipindahtugaskan itu wewenang pimpinan, Bro," singkatnya melalui WA Messenger, Sabtu, 14/04/2018 kemarin.

Baca Juga: 

Demo Kritisi WH-Andika, Mahasiswa UIN Banten Disetrum Polisi Saat Orasi

Mahasiswa UIN Disetrum Saat Orasi, Polisi: Tidak Disengaja

Terpisah, akademisi Unma Banten, Eko Suprianto mengajak kepada semua pihak mendesak pihak kepolisian agar terbuka kepada masyarakat dalam mengusut kasus tersebut.

"Kita harus mendesak Polda, Propam, dan dibuat transparan dalam hal pengusutan tuntas kasus penyetruman tersebut," ujar Eko, Minggu, 15/04/2018.

Eko menilai, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin selaku penanggung jawab terhadap para anggotanya, tidak paham dengan segi sosial dan budaya masyarakat di wilayah hukumnya. Bahkan kata Eko, hal ini sangat bertolak belakang dengan kebijakan Polda Banten yang mengedepankan pendekatan humanis terhadap masyarakat.

"Bila perlu “copot” Kapolres Serang Kota  serta Kabag Ops Polres dengan kapasitasnya sebagai penanggung jawab di lapangan. Kapolres ini terkesan tidak paham sosiokultural dalam menghadapi masyarakat setempat," tegasnya.

Baca Juga: https://poros.id/2293/dprd-minta-polisi-yang-setrum-mahasiswa-uin-banten-disanksi-tegas.html

Kelalaian anggota Polres Serang Kota saat melakukan pengamanan aksi bukan baru kali ini terjadi. Sebelumnya anggota Polres Serang Kota berinisial G sempat dilaporkan ke Propam Polda Banten karena diduga melakukan pemukulan kepada wartawan yang tengah meliput aksi unjuk rasa. Klik: https://poros.id/1802/wartawan-korban-pemukulan-oknum-polisi-laporkan-pelaku-berinisial-g-ke-propam.html [Red]

 




Komentar Via facebook