NEWS UPDATE

Soal Mahasiswa UIN Banten Disetrum Saat Orasi, Polisi: Tidak Disengaja

";
Soal Mahasiswa UIN Banten Disetrum Saat Orasi, Polisi: Tidak Disengaja
Faqih Helmi (memegang toa), berorasi pada aksi mengkritisi kepemimpinan WH Andika di KP3B, kemarin

POROS.ID, SERANG - Kasat Sabhara Polres Serang Kota, AKP Olan Banuaran memberikan penjelasan soal salah seorang mahasiswa UIN Banten, Faqih Helmi, yang mengaku disetrum oleh polisi yang diduga anggota Sat Sabhara Polres Serang Kota, saat menggelar aksi unjuk rasa mengkritisi 11 bulan kepemimpinan WH-Andika, yang digelar di KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis, 12/04, kemarin.

Baca Juga: Demo Kritisi WH-Andika, Mahasiswa UIN Banten Disetrum Polisi Saat Orasi

Olan membenarkan bahwa Faqih Helmi terkena setrum alat kejut listrik (stun gun) yang dipegang anggotanya yang melakukan pengamanan, namun menurutnya, hal itu terjadi sama sekali tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh anggotanya tersebut.

"Yang kemarin itu kebetulan dia punya senjata elektrik, pas diperlihatkan sama kawannya, kebetulan kepencet, mahasiswa yang orasi itu lewat. Tidak disengaja, karena dia lewat, mondar-mandir, pahanya yang kesenggol. Iya, yang pegangnya anggota saya," papar Olan melalui telepon WhatsApp, Jumat, 13/04/2018.

Olan mengaku menyesalkan atas terjadinya inisiden ini. Menurutnya anggota tersebut akan diproses susuai aturan oleh Propam Polres Serang Kota karena dinilai lalai dalam menjalankan tugas. "Akan diproses, berkasnya sudah diserahkan ke Propam Polres, tetapi bukan atas tindakan penyetruman, melainkan atas kelalaian," imbuhnya

Diberitakan sebelumnya, Faqih yang merupakan koordinator umum Komunitas Soedirman 30 (KMS30) itu, mengaku disetrum oleh salah seorang yang diduga anggota Sat Sabhara Polres Serang Kota dengan menggunakan alat kejut listrik (stun gun). Akibatnya, Faqih mengaku lemas dan nyaris tak bisa melanjutkan orasinya lagi.

"Awalnya saya memajukan massa aksi untuk mendekati gerbang KP3B, lalu orasi beberapa menit, kemudian ketika  saya akan memajukan lagi massa aksi, tiba-tiba pak polisi yang memakai rompi hitam menyetrum paha saya yang sebelah kiri, dan saya pun langsung lemas tidak bisa orasi lagi," kata Faqih, Kamis, 12/04/2018, kemarin. [Yong/Red]

 

 

 

 




Komentar Via facebook