NEWS UPDATE

Demo Kritisi WH-Andika, Mahasiswa UIN Banten Disetrum Polisi Saat Orasi

";
Demo Kritisi WH-Andika, Mahasiswa UIN Banten Disetrum Polisi Saat Orasi
Faqih Helmi saat berorasi. Faqih meyakini, anggota yang dilingkari adalah pelaku yang diduga menyetrum dirinya dengan menggunakan stun gun (Istimewa)

POROS.ID, SERANG - Faqih Helmi, salah seorang orator pada aksi unjuk rasa mengkritisi 11 bulan kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy, yang digelar Kamis, 12/04/2018 siang tadi di KP3B, Curug, Kota Serang, mengaku mendapat perlakuan presuasif dari oknum aparat. 

Baca Juga: https://poros.id/2283/11-bulan-janji-politik-whandika-dinilai-masih-jalan-di-tempat.html

Faqih yang merupakan koordinator umum Komunitas Soedirman 30 (KMS30) itu, distrum oleh salah seorang yang diduga anggota Sat Sabhara Polres Serang Kota dengan menggunakan alat kejut listrik (stun gun). Akibatnya, Faqih mengaku lemas dan nyaris tak bisa melanjutkan orasinya lagi.

"Awalnya saya memajukan massa aksi untuk mendekati gerbang KP3B, lalu orasi beberapa menit, kemudian ketika  saya akan memajukan lagi massa aksi, tiba-tiba pak polisi yang memakai rompi hitam menyetrum paha saya yang sebelah kiri, dan saya pun langsung lemas tidak bisa orasi lagi," kata mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten itu.

Dia mengatakan, alasan aparat melakukan itu karena mahasiswa dinilai dalam aksinya tidak menempuh prosedur dan ketentuan yang berlaku. Padahal kata Faqih, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi tiga hari yang lalu ke Polres Serang Kota.

"Kita mendatangi kawasan KP3B, sebelum sampai, kita sudah dihadang sama polisi. Polisi berdalih katanya kita aksi tidak tepat waktu, padahal secara landasan yuridis sudah kita tempuh," terangnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Serang Kota, AKP Olan Banuara, belum berhasil dikonfirmasi, pesan WA Messenger wartawan diabaikan. [Yong/Red)




Komentar Via facebook