Home Berita Utama Kaki Remuk Akibat Laka Kerja, Buruh Bongkar Muat di Dermaga PT Cemindo Tak Mendapat Haknya

Kaki Remuk Akibat Laka Kerja, Buruh Bongkar Muat di Dermaga PT Cemindo Tak Mendapat Haknya

880
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Seorang pekerja di Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di dermaga milik PT Cemindo Gemilang, Epeng Mulyadi (47), warga asal Kampung Ciwaru Lapang, RT 03/08, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengalami kecelakaan berat (serius) pada bulan Januari 2018 lalu.

Kaki kiri Epeng remuk dan patah akibat tertimpa valet dan semen seberat sekitar dua ton yang tersusun di dalam kapal tongkang, namun disebutkan bahwa hingga saat ini PT. PBS, selaku salah satu perusahaan penyedia jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di dermaga tersebut, belum memberikan hak-hak Epeng, seperti pengobatan yang maksimal dan pemberian gaji.

Minggu, 11/03/2018, Epeng menuturkan kepada wartawan, peristiwa nahas yang menimpanya itu terjadi pada suatu malam sekitar pukul 02.00 WIB dinihari di bulan Januari 2018 lalu. Saat itu, Epeng bersama beberapa rekannya tengah duduk-duduk, beristirahat sambil menunggu barang (semen) masuk ke dalam kapal tongkang.

Namun tiba-tiba, kapal tongkang terasa bergoyang kencang akibat diterjang gelombang. Pada saat yang bersamaan, tumpukan valet dan semen seberat sekitar 2 ton yang tersusun dibagian belakannya roboh dan menimpa kaki sebelah kirinya hingga remuk dan patah.

"Setelah kejadian saya dibawa ke Klinik PT. Cemindo, beberapa jam kemudian saya dibawa pulang ke rumah. Tetapi setelah itu jangankan dibawa ke rumah sakit, ditengok juga pernah satu kali, saya hanya berobat di kampung saja. (Diberi uang) pernah sih dua kali, setelah saya berobat uangnya diganti, yang pertama Rp550 ribu, yang kedua Rp900 ribu," paprnya.

Lebih lanjut Epeng menerangkan, dirinya dipekerjakan di PT. PBS baru sejak Januari 2018 lalu, sebelumnya dia dipekerjakan di PT. TRB. Namun menurutnya, pengurus PT. TRB dengan PT. PBS masih orang yang sama. Epeng mengaku baru menerima gaji satu kali dari PT PBS.

"Bulan Desember 2017 saya masih terima gaji dari PT. TRB sebesar Rp2,5 juta, kemudian Januari 2018 menerima gaji dari PBS Rp1,8 juta. Tetapi memang para pekerja lama di PT. TRB yang dipindahkan ke PT. PBS, semuanya juga belum menandatangani kontrak kerja," terangnya.

Dengan kondisi itu, Epeng mengaku akan mengadukan hal ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak. "Saya ingin mendapatkan hak saya. Saya sekarang gak bisa kerja, sementara saya punya anak isteri," katanya

Dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, salah seorang perwakilan PT.PBS, Agus MBA mengaku bahwa pihaknya masih bertanggungjawab atas kecelakaan kerja yang dialami oleh Epeng Mulyadi karyawan PT. PBS saat tengah bekerja.

Selain itu, kata Agus, pihaknya pun akan mengupayakan pembayaran gaji Epeng untuk bulan Februari dan Maret 2018. "Insya Allah untuk gaji bulan Februari dan Maret saya masih upayakan,"kata Agus.

Agus pun membenarkan bahwa sejumlah karyawan lama di PT. TRB saat ini sudah dialihkan bekerja di PT. PBS. Sementara untuk posisi Epeng sendiri menurutnya belum menjadi karyawan tetap di PT PBS.

"Waktu di PT.TRB (Epeng) sudah karyawan tetap, tapi di PT. PBS belum karyawan tetap karena belum tiga bulan masa kerjanya. Tapi masih kita biayai," tukas Agus. (Yong/Red)