NEWS UPDATE

Gruduk Gedung DPRD Banten, PMII Tolak Undang-undang MD3

Gruduk Gedung DPRD Banten, PMII Tolak Undang-undang MD3
Aksi PMII di DPRD Banten (poros.id)

POROS.ID, SERANG- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Banten melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Banten, untuk menolak Undang-undang MD3 yaang dinilai tidak etis, Kamis, 08/03/2018.

Menurut Rahman Wahid, koordinator lapangan dalam aksi tersebut, undang-undang MD3 adalah lima huruf yang menjadi momok menakutkan akan sebuah kebebasan berdemokrasi di negara kesatuan Indonesia. Menurut Rahman, DPR dilahirkan untuk menampung aspirasi rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

“Ini sudah lagi kita terima, mereka membuat undang Undang untuk menebalkan kuasa DPR, padahal mereka sudah kebal dengan hukum,” katanya.

Rahman melanjutkan dalam orasinya, bahwa revisi undang-undang MD3 harus benar-benar ditolak, karena jika tidak, kata Rahman, demokrasi tidak berpihak pada rakyat lagi.

"Banyak alasan kami berdiri disini, terutama menolak revisi Undang-undang MD3, dan mencoba menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat, bahwa bapak dan Ibu dewan sudah mengkriminalisasi rakyat,” imbuhnya.

Pantauan wartawan di lokasi, dalam aksi yang dijaga ketat aparat kepolisian itu, mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Namun sayang, tidak ada perwakilan dari DPRD Banten yang menemui masa aksi, meski demikian aksi berlangsung tertib. (Rudi/Red)

 




Komentar Via facebook