Home Berita Utama Akibat Mobilitas Truk Pasir Kuarsa, Akses Jalan Menuju Sekolah di Lebak Rusak

Akibat Mobilitas Truk Pasir Kuarsa, Akses Jalan Menuju Sekolah di Lebak Rusak

3166
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Mobilitas truk pengangkut pasir kuasa di Cipunaga, Desa Cihara, Kabupaten Lebak, berdampak pada aktivitas siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) Negeri 1 Cihara. Pasalnya, akses jalan menuju sekolah mengalami kerusakan parah, diduga penyebabnya truk-truk pasir  yang melintasi jalan tersebut.

"Pribadi saya sangat resah dengan adanya aktivitas angkutan pasir kuarsa, karena saat ini juga kondisi jalan rusak, di tambah ada aktivitas mobil yang mengangkut pasir kuarsa. Gak kebayang, kemarau saja jalan kaya gini, apalagi kalau kondisi hujan," kata siswa kelas XII SMAN 1 Cihara, Siti Julia saat ditemui di sekolahnya, Senin 26/2/2018.

Menurut Siti, para siswa di sekolah tersebut merasa resah. "Kita takut kalau mau sekolah, jalan tambah rusak, apalagi siswa perempuan, kasian pernah ada yang jatuh, " tutur Siti.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cihara, Encep Hamdani Inung, mengungkapkan hal serupa, menurutnya para siswa di sekolahnya cukup terganggu dengan kondisi itu. Ia pun meminta kepada pihak perusahaan agar memikirkan keresahan para siswanya itu.

"Saya sangat menyayangkan dengan padatnya kendaraan proyek yang melintas ini. Apalagi kalau aktivitas itu sampe pas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, ini jelas murigikan siswa, banyak siswa kami yang mengeluhkan," ujarnya. 

Jilung, salah seorang dari pihak perusahaan PT Hikmah Kencana tidak membantah soal kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, jalan itu dibangun oleh pihak perusahaan jauh sebelum SMA Cihara didirikan. 

"Jalan ini awalnya kita yang bangun. Sebelum berdiri nya SMA 1 Cihara, jalan tersebut perusahaan mana yang bangun?. Kalau bapak gak ngerti tanya dulu sama mantan lurah," katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, akses jalan penghubung antara Desa Cihara dan Desa Ciparahu Kecamatan Cihara itu, berstatus jalan poros desa. Hingga berita ini dilansir, wartawan masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari kepala desa dan mantan kepala desa setempat. (Rudi/Red)