Home Berita Utama Rekrutmen Security RSUD Malingping Diwarnai Dugaan Pungli

Rekrutmen Security RSUD Malingping Diwarnai Dugaan Pungli

8243
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

OROS.ID, LEBAK - Upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli) dengan cara membentuk Tim Saber, dinilai masih belum menuai hasil yang maksimal, pasalnya praktik kotor itu disinyalir masih kerap terjadi.

Kali ini, dugaan pungli diduga terjadi di lingkungan RSUD Malingping, yakni pada proses perekrutan security. Dugaan praktik pungli itu, diungkapkan kepada wartawan oleh Yoga Oktori Regiansyah, salah seorang eks security di rumah sakit tersebut, Jumat, 09/02/2018.

Yoga menceritakan, tahun ini di RSUD Malingping ada penambahan security, dari yang tadinya 8 orang, menjadi 30 orang. Dikatakannya, perekrutan security itu tidak dilakukan oleh pihak RSUD, melainkan oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing asal Jakarta (pemenang lelang), yakni PT Wiratama Bhakti Manunggal.

Diakui Yoga, sejak awal dirinya sudah mengendus akan adanya ketidakberesan dalam rekrutmen pegawai itu, pasalnya pihak perusahaan tidak mengumumkan lowongan kerja itu secara terbuka kepada masyarakat luas alias tidak transparan.

Benar saja, kecurigaannya itu pun terbukti, 22 orang calon security yang mendaftar, diduga dibawa oleh 4 orang yang diduga memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan. Ke-empat orang tersebut yakni, ES, TI, AY dan MA.

Kata Yoga, ES dan TI merupakan pegawai di rumah sakit tersebut, sementara AY dan MA, adalah orang luar yang diduga memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan.

Yoga menerangkan, selain 22 orang pendaftar baru, 8 orang security lama pun, termasuk dirinya turut mendaftar kembali, dikarenakan kontrak kerja dengan pihak perusahaan penyedia jasa yang sebelumnya sudah habis.

Saat proses berlangsung, Yoga mengaku didatangi oleh TH, yang merupakan salah seorang pegawai RSUD Malingping. TH, yang mengaku sabagai pelantara ini, meminta sejumlah uang kepada dirinya. Adapun nominal yang diminta, untuk security lama, termasuk Yoga, Rp500 ribu dan pendaftar baru Rp2,5 juta. 

Menurut Yoga, TH berdalih bahwa sejumlah uang tersebut diminta oleh pihak perusahaan untuk biaya pelatihan, pengadaan seragam dan yang lainnya. Padahal, kata Yoga, dalam kesepakatan anatara pihak RSUD dengan dengan pihak PT (saat lelang), untuk biaya pelatihan, pengadaan seragam dan yang lainnya, itu ditanggung oleh pihak perusahaan.

"Ke empat orang itu termasuk TH masing-masing membawa orang (calon scurity), dan semua dimintai uang, bagi satpam lama Rp500 ribu, sementara pendaftar baru Rp2,5 juta. Parahnya lagi, kuotanya kan 30 orang, yang mendaftar dibatasi hanya 30 orang, seharusnya kan kalau perekrutan itu dibuka penjaringan dan diterima pendaftar sebanyak-banyaknya, lalu kemudian dilakukan seleksi," papar Yoga

Diakui Yoga, dari 8 orang security lama, hanya dirinya yang tidak bersedia membayar uang sebesar Rp500 ribu itu, akibatnya, Yoga tersingkirkan dan digantikan oleh orang yang baru. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lanjut Yoga, security lama membayar uang Rp500 ribu tersebut dengan cara dipotong gaji.

"Cuma saya yang dicoret, pihak HRD (Human Resources Development) beralasan saya tidak lolos verifikasi, HRD juga mengaku hanya mengakomodir titipan-titipan dari berbagai pihak, meraka juga mengaku ada pengaduan bahwa kinerja saya tidak baik. Ada juga informasi bahwa saya dicoret atas perintah pak Haji Andi (Sekretaris RSUD Malingping red.)," terang Yoga.

Dengan kondisi ini, Yoga meminta agar proses rekrutmen security tersebut dikaji kembali. "Karena dalam perekrutan itu sarat dengan pungli dan tidak transparan, maka saya berharap agar pihak-pihak terkait dapat mengkaji kembali," ujarnya.

Dihubungi poros.id melalui telepon selulernya, Sekretaris RSUD Malingping, Andi Suhardi, mengaku tidak tahu menahu soal perekrutan pegawai itu, menurutnya, yang melakukan perekrutan pegawai adalah perusahaan penyedia jasa outsourcing selaku pemenang lelang.

Andi menjelaskan, dari mulai perekrutan, pelatihan, pengadaan seragam hingga pembinaan terhadap security, dilaksanakan oleh pihak perusahaan. Dan menurutnya, pihak RSUD bisa memutus hubungan kerja kapan saja dengan perusahaan tersebut apabila kinerja scurity tidak bagus.

"Kalau saya tidak tahu menahu, itu kan yang melakukan rekrutmen outsourcing, itu di luar urusan kita. Kita hanya melakukan lelang, jadi soal rekrutmen gak ada urusan dengan kita. Jadi kita mah, kalau tenaganya ada, kerjanya bagus, kita bayar," terang Andi.

Saat disinggung soal adanya dua orang pegawai RSUD yang diduga turut mengakomodir perekrutan security, Andi menilai bahwa orang tersebut telah melangkahi kebijakan pimpinan.

"Udag bae eta jalema duaan tah (kejar saja itu orang dua). Kalau memang dia yang bermasalah kejar mereka, masalahkeun ka pengadilan, jangan mengejar-ngejar saya, pihak rumah sakit gak ada urusan. kurang ajar itu, melangkahi kebijakan pimpinan namanya," tegasnya

Sementara saat ditanya terkait pencoretan nama Yoga Oktori, jawaban Andi diplomatis. "Coba tanya langsung ke perusahaan, tanya pak Wawan, tanya pak Ali, saya pernah ngomong apa gituh. Yang ngasih tahu jeleknya Yoga ke perusahaan, tolong dicari itu orangnya," katanya

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, Andi menyarankan agar wartawan meminta konfirmasi langsung kepada pihak perusahaan penyedia jasa.  Menurut Andi, meski domisili perusahaan tersebut di Jakarta, tetapi ada orang yang ditunjuk oleh pihak perusahaan selaku koordinator lapangan (korlap), dan orang tersebut ada di lingkungan RSUD Malingping.

"Langsung saja ke Korlapnya, Ucok namanya, ke rumah sakit saja," imbuhnya

Namun Sayang, saat wartawan menyambangi RSUD Malingping pada Jumat, 9/2, dari sekitar pukul 14.00 hingga sekitar pukul 15.30 WIB, yang bersangkutan (Ucok) tidak ada ditempat. Hingga berita ini dilansir, wartawan masih berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak PT. Wiratama Bhakti Manunggal. (Yong/Rud/Red)

 

BERITA TERKAIT:

https://poros.id/1661/intruksi-gubernur-pasien-tidak-mampu-di-rsud-malingping-cukup-pakai-ktp.html

https://poros.id/1331/pertanyakan-biaya-pemeliharaan-dprd-banten-desak-perbaikan-gedung-rsud-malingping.html

https://poros.id/1599/sudah-miliki-ipal-rsud-malingping-bantah-limbah-cemari-kali-di-desa-rahong.html

 





BERITA POPULER

Kadispora Banten Tuding Kekurangan Kegiatan JPD Dimanfaatkan Pihak Tak Bertanggung Jawab

KPOROS.ID, SERANG - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengakui bahwa setiap kali dilaksanakan...

Panwas Harus Tindak Paslon Pemasang APK Liar

APMPC Desak Rano Mundur