Home Berita Utama Gerindra dan Nasdem Ikut Dukung Petahana di Pilkada Lebak, Warga Protes ke DPP

Gerindra dan Nasdem Ikut Dukung Petahana di Pilkada Lebak, Warga Protes ke DPP

6640
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, JAKARTA - Sejumlah warga asal Lebak Selatan mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra di jalan Harsono RM NO 54 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 06/01/2018. Dan di lanjutkan ke Kantor DPP Partai Nasdem, di jalan RP Suroso No.42, Gondangdia, Menteng, Central Jakarta City.

Kedatangan mereka ini yakni untuk melakukan protes, lantaran dua partai politik tersebut dinilai telah memberikan harapan palsu kepada masyarakat Lebak dan sejumlah bakal calon yang telah mendaftar, seperti Asep Awaludin, Hakiki Hakim, Herman Firdaus, Jazuli Idris dan Cecep Sumarno.

Andri Firdaus, salah seorang warga Lebak Selatan, mengatakan, Gerindra dan Nasdem semula sudah menjadi harapan bagi sebagian masyarakat Lebak, karena kedua partai tersebut tidak memberikan dukungan kepada calon petahana, Iti Octavia-Ade Sumardi. Namun harapan itu sirna setelah Rabu, 2/1 lalu, Nasdem menyatakan dukungan kepada Iti-Ade dan kemudian disusul oleh Gerindra pada hari ini.

"Pada perhelatan awal, beberapa parpol berbondong-bondong merapatkan diri dan menyatakan dukungan kepada petahana, tetapi sungguh luar biasa Gerindra, Nasdem dan PKS sungguh tidak bergeming, seakan mereka mewakili suara rakyat kabupaten Lebak yang inginkan adanya perubahan dengan tampilnya sosok baru yang maju di Pilkada Lebak. Tapi pada hari-hari akhir kami di buat syok, dibuat kaget karena ternyata Gerindra, Nasdem dan PKS pun malah menyatakan dukungan ke petahana," paparnya, ditemui di kantor DPP Gerindra. 

Dengan kondisi itu, Andri yang juga salah seorang kader partai Gerindra di Kabupaten Lebak ini, meminta kepada ketua umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan ketua DPP Nasdem, Surya Paloh, agar mempertimbangkan keputusan tersebut. Menurutnya, Nasdem yang memiliki enam kursi dan Gerindra empat kursi, dapat mencukupi untuk mengusung satu pasangan calon.

"15 tahun kami dipimpin oleh pemerintah yang notebenenya ada dalam lingkaran dinasti. Besar harapan kami untuk perubahan kepemimpinan baru di kabupaten Lebak, untuk itu kami meminta kepada pak Prabowo Subianto dan pak Surya Paloh untuk mempertimbangkan keputusan partainya yang telah mendeklarasikan dukungan kepada petahana," imbuhnya

Ditempat yang sama, Sarko, warga lainnya mengatakan, dengan merapatnya semua partai ke calon petahana, ini telah menjadikan demokrasi di Kabupaten Lebak mati, selain itu, kata dia, kepercayaan masyarakat kepada partai politik pun akan hilang. Senada dengan Andri, Sarko pun meminta kepada Gerindra dan Nasdem agar kembali mempertimbangkan keputusannya.

"Tokoh-tokoh pembawa pembaharuan di Kabupaten Lebak bermunculan, mereka mewakili suara rakyat kabupaten Lebak yang menginkan adanya perubahan, tetapi niat baik mereka seolah dipatahkan, karena pada awalnya Gerindra, Nasdem dan PKS menjadi tumpuan mereka untuk menjadi parpol pendukung," kata Sarko

"Apakah sudah tak ada nurani sedikitpun dari partai, apakah sudah tak di dengar lagi suara rakyat oleh partai, apakah kami di paksa harus tidak mempercayai lagi akan seluruh partai politik. Padahal, partai politik tanpa suara rakyat tidak bisa bergerak." tukas mantan kepala Desa Cikeusik Desa, Kecamatan Wanasalam itu

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga Lebak itu pun menyerahkan surat terbuka untuk ketua DPP Gerindra dan ketua DPP Nasdem. (Yong/Red)