NEWS UPDATE

Kisah Nenek Penghuni Gubuk Reyot di Lebak Yang Rindu Idul Fitri

";
Kisah Nenek Penghuni Gubuk Reyot di Lebak Yang Rindu Idul Fitri
Mak Otih, saat dijumpai poros.id di rumahnya, Senin, 25/12/2017.

POROS.ID, LEBAK - Diusia senja, layaknya seseorang bisa menikmati kehidupan dan tempat tinggal yang nyaman bersama anak cucu dan keluarga, namun hal itu tidak dapat dirasakan oleh mak Otih, yang saat ini menginjak diusia 50 tahun, ia kini tinggal sebatang kara dengan kondisi yang memprihatinkan.

Sepeninggalan suaminya 10 tahun silam, Warga Kampung Cipunaga, Desa Cihara Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak ini, tinggal di gubuk reyot yang hanya berukuran 2X3 meter. Ironisnya, untuk kebutuhan sehari-harinya, dia hanya mengandalkan belas kasih dari tetangganya.

"Saya hidup sendiri setelah di tinggal suami saya beberapa tahun lalu dan saya tidak mempunyai anak, sehingga sering sekali merasa kesepian." tutur Otih, saat dijumpai poros.id di gubuknya, Senin, 25/12/2017.

Otih mengaku kerap cemburu saat melihat orang lain seusianya yang dapat bercengkrama dengan keluarga. Namun apa mau di kata, setiap manusia sudah mendapatkan garis nasib yang berbeda, Otih mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi kehidupannya saat ini.

"Pengen kayak tetangga, main sama cucu, makan dimasakin sama anak, kalau malam tidak kesepian, tapi mungkin ini sudah nasib emak, harus diterima saja," ujarnya

Otih mengakui, dia kerap mendengar adanya Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah untuk warga kurang mampu seperti dirinya, namun kata Otih, dirinya tidak pernah mendapatkannya. Otih mengaku sangat merindukan hari raya idul fitri, karena hanya pada hari itu lah dirinya dapat menerima santunan dari zakat firah.

"Saya tidak pernah mendapat bantuan apa apa dari manapun, kecuali zakat pas waktu lebaran. Makanya, emak suka senang kalau sudah menjelang lebaran," tukasnya (Rudi/Red)

 

 




Komentar Via facebook