Home Berita Utama Penanganan Dugaan Pungli di TPI Binuangeun Dinilai Tidak Jelas, Ribuan Massa Akan Demo Polres Lebak

Penanganan Dugaan Pungli di TPI Binuangeun Dinilai Tidak Jelas, Ribuan Massa Akan Demo Polres Lebak

7920
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Forum Komunikasi Masyarakat Mandiri dan Nelayan (FKMMN) menilai, Kapolres Lebak tidak memiliki komitmen untuk mengusut tutas dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Dikatakan Ketua FKMMN, Andi Rahman, Polres Lebak sudah memeriksa beberapa orang baik dari masyarakat maupun dari instansi terkait soal dugaan pungli yang terjadi di TPI Binuangeun, namun, kata Andi, penanganannya hingga saat ini masih belum terlihat.

Dengan kondisi ini, Andi mengaku akan kembali menurunkan ribuan massa untuk mendesak agar Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto, mundur dari jabatannya.

"Komitmen Kapolres untuk penyelesaian pungli di TPI Binuangeun tidak jelas. Kapolres janjinya 1 bulan untuk penyelesaian kasus ini, yakni sejak  11 Juli 2017 lalu, tetapi sampai saat ini belum jelas arahnya," kata Andi, Rabu, 30/08/2017.

"Kami meminta Kapolres untuk mundur dari jabatannya atas ketidakbecusannya dalam memimpin.  Dalam waktu dekat ini FKMMN akan melakukan aksi 2000 massa ke Polres Lebak," tegasnya.

Ketua Paguyuban Masyarakat Banten Bangkit (PMBB), Asep Awaludin, menambahkan, dengan diabaikannya laporan dugaan pungli tersebut, telah mengakibatkan pihaknya tidak percaya lagi dengan kinerja Kapolres Lebak.

"Dengan terbengkalainya penanganan kasus pungli ini, masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada Kapolres Lebak. Ini sebuah bukti bahwa Kapolres tidak mampu menegakan hukum yang benar, tegas dan adil," papar Asep.

"Sudah ada beberapa orang yang diperiksa, tetapi hingga saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, saat menemui para pendemo yang dilakukan ratusan masyarakat dan nelayan di depan pintu gerbang kantor Bupati Lebak, Selasa 11/7/2017 lalu, Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto, mengaku akan fokus menangani perkara tersebut.

"Karena ini permintaan masyarakat, saya akan fokus. Cuma begini, kalau ini niatnya untuk keadilan saya akan dukung, tapi kalau ada kepentingan usaha saya tidak akan dukung. Kalau ini demi keadilan akan saya proses, tapi kalau persaingan usaha koperasi ini dihajar yang lain naik ya pasti ramai lagi ke depannya." kata Dani (Yong/Red)