Home Pendidikan Dindik Banten Gagas Kurikulum Mulok Untuk Sekolah Khusus

Dindik Banten Gagas Kurikulum Mulok Untuk Sekolah Khusus

11034
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, SERANG - Kalangan disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga lainnya di Banten dan Indonesia pada umumnya, baik dalam bidang politik, pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya.

Dalam bidang pendidikan misalnya, mereka juga perlu mendapatkan pelayanan yang setara dengan warga lainnya.

Oleh karena itu, Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten terus mendorong dan mengembangkan sekolah khusus, baik yang berstatus negeri maupun swasta.

Besarnya perhatian Pemprov Banten terhadap sekolah khusus (sekolah untuk kaum disabilitas) dibuktikan dengan banyaknya sekolah khusus. Sekolah khusus yang berstatus negeri, saat ini mencapai 7 sekolah.

Sekolah tersebut tersebar di Lebak 3 sekolah, Pandeglang 1 sekolah, Kota Serang 2 sekolah, dan Kabupaten Tangerang 1 sekolah. Sedangkan, secara keseluruhan sekolah khusus di Banten mencapai 86 unit.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten E Kosasih Samanhudi mengatakan, Pemprov Banten sejak awal konsen terhadap kemajuan pendidikan sekolah khusus. Itu sebabnya, ke depan perlu langkah-langkah konkret dalam upaya meningkatkan pendidikan kaum disabilitas.

"Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan dalam mendorong pengembangan sekolah khusus di Banten,”kata E Kosasih dalam sambutan pada acara lepas sambut pejabat BPPK dan Pejabat Bidang Pendidikan Khusus di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kamis (2/3).

Kegiatan tersebut dihadiri Forum Komunikasi Kepala Sekolah Khusus Provinsi Banten, serta para pejabat dan pegawai di Dindikbud Banten.

Beberapa langkah yang mesti dilakukan adalah pembuatan kurikulum muatan lokal di sekolah khusus. Tujuannya adalah untuk menggali potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan oleh siswa dari kalangan disabilitas.

Langkah lain, kata E Kosasih, melengkapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan di sekolah khusus dan kerja sama dengan pihak swasta.

Program yang tidak kalah pentingnya adalah mengembangkan ketrampilan siswa, sehingga bisa bersaing dalam dunia kerja maupun dunia usaha. 

"Dengan keterampilan yang unggul, siswa dari kalangan disabilitas akan sangat diperhitungkan. Di Banten, banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan, seperti membatik,” ujarnya.

Ke depan, kata Kadindik, Banten perlu mengusulkan penyelenggaraan event Olimpiade Keterampilan Nasional yang khusus diikuti kaum disabilitas. Event itu diharapkan dapat menjadi spirit bagi siswa untuk lebih mengembangkan bakat dan kemampuannya itu.

Sementara, untuk menunjang peningkatan kemampuan siswa, kata E Kosasih, perlu juga dilaksanakan program peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia mencontohkan, bagi tenaga pendidik yang belum berkualifikasi S1 maka akan terus didorong untuk mengenyam pendidikan tinggi tersebut.

"Ha lain, seperti kebersihan di lingkungan sekolah perlu terus diperhatikan. Sebab,  dengan kondisi di sekolah yang bersih akan berdampak pada nurani dan semangat anak,” ucapnya. (ADV)

 




BERITA POPULER

Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Balita, Gegerkan Warga Cilograng

POROS.ID. Cilangkahan - Warga Kampung Cibunar Desa Gununggbatu Kecamatan Cilograng di buat geger oleh peristiwa pembunuhan sadis Ibu dan Balita yang...