Home Berita Utama Demo Ricuh, Buya Karis Desak Cemindo Gemilang Kabulkan 8 Tuntutan Warga

Demo Ricuh, Buya Karis Desak Cemindo Gemilang Kabulkan 8 Tuntutan Warga

5278
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Aksi unjuk rasa dihari pertama, Selasa 28/02/2017 yang digelar besar besaran oleh sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Lebak di pabrik semen merah putih PT Cemindo Gemilang berlangsung ricuh.

Kericuhan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian ini bermula, saat massa aksi yang sebelumnya melakukan long march sejauh satu kilo meter ini merangsek masuk dan berhasil merusak pintu gerbang utama perusahaan milik Wilmar grup itu.

Kericuhan mereda setelah Koordintor Umum aksi, Buya Sujana Karis naik ke mobil komando guna meredam massa aksi yang beringas. Dalam Orasinya, Buya Karis menagih komitmen PT Cemindo Gemilang yang pada awalnya akan mempreoritaskan warga pribumi dalam perekrutan tenaga kerja.

"Saya atas nama masyarakat Lebak selatan, minta agar pihak PT Cemindo dapat menseimbangkan soal penerimaan tenaga kerja yaitu 70 - 30 sesuai janji semula. Tapi sekarang, pada kenyataannya malah sebaliknya. Untuk itu, kami minta semua tuntutan dapat dipenuhi yang akan disampaikan nanti oleh tim mediasi dari kami," ujar Buya Karis, dikutif dari Titiknol.

Dikabarkan sebelumnya, aksi ribuan masa yang melibatkan jawara/pendekar, Ormas/LSM dan Mahasiswa di Kabupaten Lebak ini rencananya akan digelar selama 5 hari, yakni dari mulai Selasa hingga Sabtu, 28 Februari hingga 4 Maret 2017. (Red)

Ada 8 tuntutan yang disampaikan terhadap Pihak PT Cemindo Gemilang dalam aksi tersebut, antara lain, analisis dampak lingkungan (amdal), analisis dampak lalu lintas (andalalin), pembayaran invoice perusahaan lokal hrs diutamakan, dan ampak aktivitas perusahaan terhadap permukima warga.

Selanjutnya, Sistem perekrutan tenaga kerja yang tdk memprioritaskan SDM lokal, Royalti sebagai konpensasi utk warga yang terkena dampak polusi, Penyelesaian pembayaran atas lahan milik warga yang diserobot dan terakhir perusahaan diminta agat menghilangkan monopoli dan intervensi pihak luar kepada perusahaan. (Red)