Home Pemerintahan Sejumlah Kepala Desa di Baksel Keluhkan Kurangnya Tenaga Medis di RSUD Malingping

Sejumlah Kepala Desa di Baksel Keluhkan Kurangnya Tenaga Medis di RSUD Malingping

5409
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Sejumlah kepala Desa di Lebak selatan (Baksel) mengeluhkan kurangnya tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping. Pasalnya jika ada yang mengidap penyakit serius, warga di wilayah tersebut terpaksa harus melakukan pengobatan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung atau RSUD Banten yang berlokasi di Kota Serang.

Ditemui saat mendampingi warganya di RSUD Adjidarmo, Kepala Desa Sumberwaras, Usup Supardi mengatakan bahwa di RSUD Malingping tidak ada dokter syaraf, sehingga dirinya pun terpaksa harus membawa warganya itu ke RSUD Adjidarmo.

"Warga saya kecelakaan beberapa waktu lalu, syaraf dikepalanya kena. Di RSUD Malingping kan nggak ada dokter syaraf, Puskeamas Cipeundeuy memberikan rujukan ke Adjidarmo. Makanya meski jauh kita bawa kesini," ujarnya, Rabu, 21/12/2016.

Usup mengaku, selaku kepala Desa dirinya merasa prihatin. Dia pun meminta agar pemerintah segera melengkapi fasilitas dan tenaga medis di Rumah Sakit milik pemerintah Provinsi Banten itu.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, Rumah Sakit ada, tetapi tidak bisa melayani Masyarakat dengan maksimal. Saya berharap, pemerintah dapat segera memaksimalkan fasilitas dan tenaga medis di RSUD Malingping," paparnya.

"Kalau tetap seperti ini, kasihan warga kan, kalau penyakitnya rada serius, harus berobat ke jauh saja." tambahnya.

Kepala Desa Wanasalam, Roheti belum lama ini mengatakan, dirinya kerap membawa warganya yang mengalami sakit parah ke RSUD Adjidarmo, Menurutnya RSUD Malingping hanya bisa menangani penyakit yang ringan-ringan saja.

"Sering, jam dua, jam tiga, tengah malam. Kalau yang sakitnya parah harus dibawa ke Rangkas (Ajidarmo red.), karena disini nggak bisa ditangani. Doanya saja, saya ingin beli mobil dari uang pribadi untuk melayani kebutuhan warga, terutama warga yang sakit." kata Kepala Desa perempuan itu. (Smy/Red)