Home Berita Utama Orang Tua Siswa Keluhkan IuraLn Pembangunan Toilet di SMPN 1 Malingping

Orang Tua Siswa Keluhkan IuraLn Pembangunan Toilet di SMPN 1 Malingping

10596
SHARE
Dukungan penuh dari Orang tua Bagi Karier Jessica Mila

POROS.ID, LEBAK - Sejumlah orang tua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Malingping mengeluhkan dengan adanya iuran berdalih infaq untuk pembangunan toilet di Sekolah tersebut.

Kendati pihak Sekolah tidak menentukan nominal yang harus dibayarkan, namun menurut mereka hal tersebut menjadi beban tambahan yang harus tetap difikirkannya.

"Memang ini sebutannya infaq, tapi tetap saja harus dibayar, karena ini sama saja dengan infaq paksa. Kalau saya nggak bayar, anak saya nggak bakal mau masuk sekolah, karena katanya malu sama wali kelas dan teman-temannya," ujar salah satu wali murid kelas 7 yang enggan disebutkan namanya, Sabtu 29/10/2016.

Dia menyimpulkan bahwa, hal ini merupakan pungutan yang direncanakan oleh pihak Sekolah. Menurutnya, dikumpulkannya wali murid beberapa hari lalu hanya dalih agar adanya pungutan tersebut seolah olah hasil musyawarah.

"Musyawarah kemarin itu cuma modus, agar ini terkesan hasil kesepakatan. Ini jelas sudah direncanakan dengan strategi yang matang agar nggak disebut Pungli. Jelas kami keberatan, sarana prasarana sekolah kan sebenarnya sudah ditanggung oleh pemerintah," tambahnya.

Ironisnya menurut dia, adanya pungutan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pihak sekolah negeri itu. Menurutnya pihak Sekolah kerap melakukan hal tersebut.

"Bukan hanya baru kali ini saja pak, sering. Penataan ruang kelas, cat, pengadaan tong sampah, itu biayanya selalu meminta kepada siswa, belum lagi harus beli LKS." pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pihak SMPN 1 Malingping, melalui komite sekolah mengundang orang tua siswa untuk melakukan musyawarah, pada Rabu 26/10/2016 kemarin.

Dalam musyawarah tersebut, para orang tua siswa kelas 7 diminta partisipasi untuk pembangunan toilet baru, dengan total biaya Rp24 juta lebih, Namun karena sebanyak 324 orang tua siswa keberatan, pihak sekolah pun pada akhirnya meminta bantuan dalam bentuk sukarela. Diketahui para orang tua siswa memberikan bantuan itu berpariatif, dari mulai Rp20 ribu, hingga Rp50 ribu. (Hdyt/red)