NEWS UPDATE

MARS Sebuah Film Pendidikan Karya Sutradara Muda Banten

FILM MARS, FILM PENDIDIKAN, SAHRUL GIBRAN

";
MARS Sebuah Film Pendidikan Karya Sutradara Muda Banten

POROS.ID, SERANG - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film bergengsi karya anak bangsa, yaitu film yang berjudul 'MARS' karya sutradara muda Sahrul Gibran yang merupakan asli orang Lebak Banten.

Film yang diproduksi Multi Buana Kreasindo merupakan sebuah film yang menceritakan mengenai pendidikan di Indonesia. Film yg diangkat dari novel best seller dari Aisworo Ang yang mengangkat pendidikan di indonesia latarnya di gunung kidul, fila MARS mengisahkan perjuangan seorang ibu bernama Tupon dalam membesarkan  puterinya yang bernama Sekar Palupi. Di tengah hidup serba kekurangan, dan kondisi Tupon yang miskin serta buta huruf, Tupon berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk anak perempuannya.

Tupon ingin menjadikan anak perempuannya seperti Mars, yang tampak paling bersinar di langit di antara bintang-bintang lainnya.

MARS menjadi film Indonesia pertama yang syuting di perpustakan Bodleian, Oxford, London, Inggris. Film yang dibintangi Acha Septriasa ini syuting di tempat yang juga menjadi lokasi film Harry Potter untuk Hogwarts Interior, bagian dalam sekolah Hogwarts. Adapun tempat lokasi syuting di Indonesia yaitu di Gunung Kidul dan Jogjakarta.

Selain Acha Septriasa, film ini turut dibintangi sejumlah nama seperti Kinaryosih, Chelsea Riansy, Teuku Rifnu Wikana, Cholidi Asadil Alam juga Jajang C Noer. 

Sahrul Gibran, selaku sutradara film ini juga mendapatkan pelajaran yang berharga, dimana ia menyutradarai film tentang ibu, Sahrul Gibran harus menerima hal pahit. "Ini persembahan buat seluruh ibu Indonesia karena saat pembuatan film  ini saya ditinggal ibu. Film ini akan saya persembahkan keseluruh ibu di Indonesia," ujarnya.

Sahrul berharap film MARS tidak hanya menjadi sebuah tontonan namun juga menjadi tuntunan bagi masyarakat indonesia, dan dapat memberikan nilai edukasi dan inspirasi akan pentingnya pendidikan.

“Kalau dilihat dari segi karya, saya sangat berharap film MARS tidak hanya menjadi sebuah tontonan namun juga menjadi tuntunan bagi masyarakat indonesia, dan berharap dapat memberikan nilai edukasi, inspirasi akan pentingnya pendidikan dan menggugah jiwa seseorang yang mampu menggerakan hati mereka, betapa pentingnya sebuah mimpi dan tidak ada lagi kata tidak bisa untuk tidak mewujudkannya, sedangkan  kalau dari sergi bisnis, saya berharap film  ini menjadi booming, dapat penonton yang banyak," terangnya ketika dihubungi oleh POROS.ID, (07/04/2016)

Film MARS akan tayang serentak tepat pada Hari Pendidikan Nasional, yaitu 4 Mei 2016. Karena tayang pada Hari Pendidikan Nasional, Film MARS ternyata mendapatkan support atau dukungan dari lembaga - lembaga negara. Lembaga negara yang mensupport film ini yaitu Menteri Pendidikan Nasional, DPR RI, Fatayat Nahdatul Ulama (NU), dan sebagainya. (Red)




Komentar Via facebook